Rabu, 02 Januari 2013

BAB 10


BAB 10
Manajemen Sumber Daya Manusia


       Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.

      MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll.

Unsur MSDM adalah manusia. Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.

1.      MACAM-MACAM SUMBER DAYA MANUSIA
Manusia memiliki akal, budi dan pikiran yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan.

Sumber daya manusia dibagi menjadi dua, yaitu :


A.      Manusia sebagai sumber daya fisik
 
          Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya, manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain :
Bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan.

B.      Manusia sebagai sumber daya mental

          Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan. Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan.
Oleh karena itu, manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.

Dalam melakukan perencanaan tenaga kerja kita perlu memperhatikan berbagai aspek, yaitu :
1. Macam-macam kegiatan yang akan dilakukan pada masa mendatang.
2. Jumlah dan mutu karyawan yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.
3. Rencana, mutasi, promosi dan pension karyawan.

Setelah memiliki rencana jumlah dan mutu tenaga kerja perlu dipikirkan cara pengadaannya. Pada dasarnya ada dua alternatif utama dalam pengadaan tenaga kerja. Alternatif pertama adalah mencarinya di pasar tenaga kerja, dan alternatif kedua adalah mempromosikan orang-orang tertentu.

I. Perekrutan

Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak-banyaknya calon tenaga kerja yang sesuai dengan lowongan yang tersedia. Sumber-sumber dimana terdapatnya calon karyawan tersebut dapat diperoleh melalui macam-macam sumber, misalnya lembaga pendidikan, Departemen Tenaga Kerja, biro-biro konsultan, iklan di media massa dan tenaga kerja dari dalam organisasi sendiri.

Prinsip-prinsip rekrutmen
a). Mutu karyawan yang akan direkrut harus sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk mendapatkan mutu yang sesuai. Untuk itu sebelumnya perlu dibuat :

1. Analisis pekerjaan,
2. Deskripsi pekerjaan, dan
3. Spesifikasi pekerjaan.

b). Jumlah karyawan yang diperlukan harus sesuai dengan job yang tersedia. Untuk mendapatkan hal tersebut perlu dilakukan :

1. Peramalan kebutuhan tenaga kerja, dan
2. Analisis terhadap kebutuhan tenaga kerja (work force analysis)
 
c). Biaya yang diperlukan diminimalkan.
d). Perencanaan dan keputusan-keputusan strategis tentang perekrutan.
e). fleksibility
f). Pertimbangan-pertimbangan hukum.


II. Penyeleksian

Seleksi adalah kegiatan dalam manajemen SDM yang dilakukan setelah proses rekrutmen selesai dilaksanakan. Hal ini berarti telah terkumpul sejumlah pelamar yang memenuhi syarat untuk kemudian dipilih mana yang dapat ditetapkan sebagai karyawan dalam suatu perusahaan.

Proses seleksi adalah langkah-langkah yang harus dilalui oleh para pelamar sampai akhirnya memperoleh keputusan ia diterima atau ditolak sebagai karyawan baru. Proses tersebut pada umumnya meliputi evaluasi persyaratan, testing, wawancara, ujian fisik. Dalam proses seleksi itu dipakai berbagai macam jenis dalam mengevaluasi persyaratan dan terutama untuk testing.

• Proses seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang dilakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang diterima adalah yang dianggap paling cepat, baik dengan kriteria yang telah ditetapkan ataupun jumlah yang dibutuhkan
• Tes bakat dan kemampuan
• Tes kesehatan, dan
• Wawancara

Setelah proses seleksi selesai, para pelamar yang diterima diangkat menjadi pegawai. Selanjutnya diperlukan proses orientasi. Proses orientasi ini dimaksudkan untuk memperkenalkan pegawai baru kepada situasi kerja dan kelompok kerjanya yang baru. Jadi kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi, yaitu proses pemahaman sikap, standar, nilai, dan pola perilaku yang baru.

Dale Timpe (1989), menegaskan bahwasannya ciri-ciri  pegawai yang produktif adalah :
1. Cerdas dan dapat belajar dengan relatif lebih cepat.
2. Kompeten secara professional.
3. Kreatif dan inovatif.
4. Memahami pekerjaan.
5. Belajar dengan ‘cerdik’, menggunakan logika, efisien, tidak mudah macet dalam pekerjaan.
6. Selalu mencari perbaikan-perbaikan.
7. Dianggap bernilai oleh atasannya.
8. Selalu meningkatkan diri.

Hasil test seorang calon karyawan dikatakan valid, bila skornya tinggi dan kenyataan di lapangan memang sesuai. Metode seleksi mungkin saja dapat dipercaya tetapi tidak valid, namun metode seleksi yang tidak dapat dipercaya tentu saja tidak akan valid.

Beberapa instrumen yang dapat digunakan dalam seleksi, yaitu :
• Surat-surat rekomendasi
• Surat lamaran
• Tes kemampuan (Test Potensi Akademik : TPA)
• Tes kepribadian
• Tes psikologi
• Wawancara
• Assessment center
• Drug test
• Honesty test
• Handwriting analysis


III. Orientasi

Program pelatihan (training) bertujuan untuk memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu untuk kebutuhan sekarang, sedangkan pengembangan bertujuan untuk menyiapkan pegawainya siap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datang. Pengembangan bersifat lebih luas karena menyangkut banyak aspek, seperti peningkatan dalam keilmuan, pengetahuan, kemampuan, sikap, dan kepribadian. Program latihan dan pengembangan bertujuan antara lain untuk menutupi ‘gap’ antara kecakapan karyawan dengan permintaan jabatan, selain itu juga untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran kerja.

Untuk melaksanakan program pelatihan dan pengembangan, manajemen hendaknya melakukan analisis tentang kebutuhan, tujuan, sasaran, serta isi dan prinsip belajar terlebih dahulu agar pelaksanaan program pelatihan tidaklah sia-sia. Agar prinsip belajar menjadi pedoman cara belajar, program hendaknya bersifat partisipatif, relevan, memungkinkan terjadinya pemindahan keahlian serta memberikan feedbacktentang kemajuan peserta pelatihan.

Pelatihan dapat terlaksana disebabkan oleh banyak hal yang menurut Barry (1994) karena adanya :
• Perubahan staf
• Perubahan teknologi
• Perubahan pekerjaan
• Perubahan peraturan hukum
• Perkembangan ekonomi
• Pola baru pekerjaan
• Tekanan pasar
• Kebijakan sosial
• Aspirasi pegawai
• Variasi kinerja
• Kesamaan dalam kesempatan

Rekrutmen dan seleksi termasuk fungsi-fungsi MSDM yang mempunyai peranan strategis dalam mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam analisis pekerjaan khususnya deskripsi dan spesifikasi. Kedua kegiatan tersebut didahului oleh kegiatan analisis pekerjaan dan perencanaan sumber daya manusia. Hal ini berarti bahwa kegiatan rekrutmen dan seleksi harus didasarkan pada suatu kebutuhan yang dialami organisasi, baik dalam fisik maupun dari segi kemampuan dan keterampilan. Pelaksanaan kedua kegiatan tersebut secara wajar dan dikerjakan sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen yang baik, akan dapat mencegah suatu organisasi akan mengalami surplus pegawai.

Penataan seleksi dan rekrutmen yang lebih baik juga mempunyai dampak yang besar terhadap pelaksanaan fungsi-fungsi SDM lainnya, seperti orientasi dan penempatan, latihan dan pengembangan, perencanaan dan pengembangan karier, evaluasi kinerja, kompensasi.


2.      PERKEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Revolusi industri abad ke 20 dan revolusi teknologi abad ke 19 mengubah makna tenaga kerja itu sendiri, dimana kebanggan hasil kerjanya menjadi berkurang.
Akibat revolusi industri dan teknologi terhadap tenaga kerja adalah :
a.Berkembangnya spesialisasi, secara ekonomis menguntungkan, hasil kerjanya lebih banyak dan orang akan ahli dalam bidangnya
b.Hambatan pengembangan diri, bagi kelompok tertentu secara sosiologis disebutblock of mobility (sekat-sekat mobilitas masyarakat)
c.Perubahan yang terus menerus, merugikan tenaga kerja dengan perubahan bidang industri dan teknologi.

3.      PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMPENSASI

PROGRAM KOMPENSASI KARYAWAN DIRANCANG :
a.Menarik karyawan yg cakap ke dalam organisasi
b.Memotivasi karyawan mencapai prestasi unggul
c.Mencapai masa dinas yg panjang

Sesuai fungsinya, didalam perusahaan ada dua macam tenaga kerja :
- Tenaga Eksekutif:  mengambil keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen
- Tenaga Operatif:  tenaga terampil, menguasai pekerjaan, sehingga tugas dapat dilaksanakan dengan baik.

Ada tiga tenaga terampil, yaitu :
-          Tenaga terampil (skilled labor)
-          Tenaga setengah terampil (semi skilled labor)
-          Tenaga tidak terampil (unskilled labor)

Penentuan jumlah tenaga kerja, meliputi dua hal pokok , yaitu :
- Analisis Beban Kerja, meliputi peramalan penjualan (sales forecast), penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja untuk membuat satu unit barang
-Analisis Tenaga Kerja, menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode


4.      HUBUNGAN PERBURUHAN

Bila terjadi ketidak kesepakatan, buruh punya senjata yang dapat digunakan : -Boikot
-Pemogokkan
-Penghasutan
-Memperlambat kerja

5.      MENGAPA PARA PEKERJA MENDIRIKAN SERIKAT PEKERJA

Serikat Pekerja atau karyawan (Labor Union atau Trade Union) adalah organisasi pekerja yang dibentuk untuk mempromosikan atau menyatakan pendapat, melindungi, dan memperbaiki melalui kegiatan kolektif,  kepentingan sosial, ekonomi dan politik anggotanya.


6.      PERSERIKATAN SAAT INI

Tipe-tipe karyawan saat ini :
- Craft Unions
Anggotanya karyawan yang punya ketrampilan yang sama seperti tukang kayu

- Industrial Unions
Dibentuk berdasarkan lokasi pekerjaan yang sama, serikat ini terdiri pekerja tidak berketrampilan maupun berketrampilan dalam perusahaan atau industri tertentu

- Mixed Unions
Mencakup pekerja terampil, tidak terampil dan setengah terampil dari suatu lokal tertentu tidak memandang dari industri mana

7.      HUKUM-HUKUM YANG MENGATUR HUBUNGAN ANTAR TENAGA KERJA DENGAN MANAJER

Ada tiga perjanjian kerja bersama, yaitu :

- Closed Shop Agreement
Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan)

- Union shop Agreement
Mengharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu tertentu

- Open Shop Agreement
Memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja


8.      BAGAIMANA SERIKAT PEKERJA DIORGANISASI DAN DISAHKAN

Permasalahan mengenai hak seseorang untuk mendirikan dan turut serta dalam serikat pekerja. Sebagaimana diatur dalam konstitusi Negara kita UUD 1945, pasal 28E yang berbunyi:
“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.”
Selain itu dalam pasal 39 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia disebutkan bahwa “Setiap orang berhak untuk mendirikan serikat pekerja dan tidak boleh dihambat utnuk menjadi anggotanya demi melindungi dan memperjuangkan kepentingannya serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

Serta masih banyak lagi ketentuan yang mengatur mengenai hal ini, diantaranya:
-          Pasal 23 ayat (4) Declaration of Human Rights.
-          Pasal 8 International Convenants on Economic, social and Cultural
-          Pasal 104 dan 137 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Sebagai Negara hukum, salah satu ciri yang harus dipenuhi Negara, adalah perlindungan dan jaminan hak asasi manusia atas seluruh warga negaranya. Seperti halnya Indonesia yang bercita-cita menjadi Negara berlandaskan hukum, maka pemerintah Indonesia harus dapat mewujudkan dan menjamin hak atas kesejahteraan sosial bagi warga negaranya. Oleh karena itu, dengan adanya ketentuan yang menjamin hak atas kesejahteraan tersebut diatas, maka dalam hal ini pemerintah juga harus turut serta dalam pemenuhan akan hak-hak itu.

Referensi         :
http://www.google.com

BAB 9


BAB 9
MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN
1. Peran dan tanggung jawab manajer keuangan
Perolehan dana, pengumpulan dana, pembayaran utang perusahaan, pengendalian keseimbangan kas perusahaan, serta perencanaan kebutuhan keuangan. Secara keseluruhan tanggungjawab utamanya adalah :meningkatkan nilai perusahaan atau dengan kata lain bagaimana meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham perusahaan.
Seorang manajer harus mampu mengolah posisi keuangan perusahaan dengan baik, agar dana perusahaan berada pada posisi yang dapat menghasilkan keuntungan optimal bagi perusahaan.
1.1.Penganggaran modal (Capital Budgeting) 
Seluruh proses perencaan dan pengambilan keputusan yang berkenaan dengan pengeluaran dana yang yang jangka waktu pengembaliannya melebihi satu tahun.Pengeluaran dana ini adalah pengeluaran dana untuk pengembalian aktiva tetap seperti tanah, bangunan, mesin-mesin, dan peralatan lainnya. Demikian pula pengeluaran dana untuk advertensi jangka panjang, pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan yang mempunyai manfaat jangka panjang juga termasuk dalam Capital Expenditures (pengeluaran modal).
1.2.Penggolongan investasi aktiva tetap dan pemilihan alternatif
1.           Investasi Penggantian
suatu aktiva yang sudah aus (wear-out) atau usang(obsolete) harus diganti dengan aktiva baru bila produksi akan tetap dilanjutkan.
2.    Investasi Penambahan Kapasitas
Dapat sikatakan juga sebagai investasi penggantian.
3.    Investasi penambahan jenis produk baru
Investasi yang mempunyai tingkat ketidakpastian yang besar karena menyangkut produk baru di samping produk yang telah di produksi.
4.    Investasi lain-lain
Usulan investasi yang tidak termasuk dalam ke3 golongan di atas.
1.3.Metode penilaian investasi
·         Metode yang mendasarkan perhitungan atas keuntungan akuntansi
contoh : Average Rate of Return (Accounting Rate of Return
·         Metode yang mendasarkan perhitungan atas dasar cash flow (arus kas)
contoh : Pay Back Period Method, Internal Rate of Return, Net Present Value, dan Profitability Index.
1.4.Arus kas masuk
Aliran kas untuk tujuan penganggaran modal didefinisikan sebagai arus kas sesudah pajak atas semua modal perusahaan. diuraikan sebagai berikut :
Aliran
:∆ EBIT - T (∆ EBIT) + ∆ Depresiasi
(arus)kas
:  (1 - T) ∆ EBIT + ∆ Depresiasi

: ∆ EAT + (1 - T) ∆ I + ∆ Depresiasi
Dengan:
EBIT      :Earning Before Interest & Taxes (Laba sebelum bunga dan Pajak)
EBIT      :TR-TVC-TFC
EAT        :Earning After Tax (Laba bersih setelah bunga dan  pajak)
TR :Total Revenue/Penjualan
TVC        :Biaya Variabel Total (Total Variable Cost)
TFC        :Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost)
T            :Tingkat pajak yang berlaku bagi perusahaan
I             :Perusahaan beban bunga
Formulasi investasi yang dibiayai seluruhnya oleh modal sendiri :
ALIRAN KAS:
∆ EAT+∆ DEPRESIASI
karena dalam hal ini ∆I=0
Pengeluaran modal (Capital Expenditure) selalu mengandung 2 macam aliran kas, yaitu :
·         Aliran kas keluar netto (Net cash outflow), yaitu aliran uang tunai yang dibutuhkan untuk investasi baru.
·         Aliran kas masuk netto (Net cash inflow), yaitu aliran uang tunai masuk sebagai hasil dari investasi baru dan sering pula disebut net cash proceeds/proceeds.
1.5.Metode Average Rate of Return
Metode yang menggunakan presentase keuntungan netto setelah pajak atas investasi awal atau rata-rata investasi awal. Data keuntungan dalam perhitungan ini diperoleh dari reported acconting income (Laba dari pembukuan akuntansi).
Kelebihan dari metode ini adalah :
·         Sederhana dan mudah dimengerti
·         Metode ini menggunakan metode akuntansi yang sudah tersedia sehingga tidak memerluka perhitungan tambahan.
Kelemahan utama dari metode ini adalah  :
·         Tidak memperhitungkan “time value of money”
·         Menitikberatkan pada laba akuntansi dan bukan pada arus kas dari investasi bersangkutan
·         Merupakan pendekatan jangka pendek dengan menggunakan angka rata-rata yang dapat menyesatkan
·         Kurang memperhitungkan njangka waktu investasi
Setelah menghitung accounting rate of return dari investasi tersebut, kita akan membandingkannya minimum accounting rate of return  yang dinyatakan perusahaan. Apabila Accounting Rate of Return dari investasi tersebut lebih besar dari nilai minimun yang disyaratkan perusahaan, mak investasi tersebut dapat diterima. Jika sebaliknya yang terjadi, maka investasi ditolak.
1.6.Metode masa pengambilan investasi (Payback Period Method)
Metode ini mendasarkan perhitungan pada arus kas investasi. Dalam metode ini akan dihitung berapa lam arus kas masuk dapat menutupi arus kas keluar yang dipakai sebagai investasi awalnya.
Apabila masa pengembalian investasi yang diusulkan lebih singkat dari masa pengembalian maksimum yang disyaratkan perusahaan, maka usulan investasi tersebut dapat diterima dan sebaliknya apabila masa pengembaliannya lebih panjang dari masa pengembalian maksimum, maka usulan investasi tersebut seharusnya ditolak.
Apabila proceeds suatu investasi tidak sama besarnya dari tahun ke tahun, kita perlu menghitung proceeds tahun per tahun, sehingga keseluruhan investasi dapat diperoleh kembali.
Kelemahan metode ini adalah :
·         Mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi atau Proceeds yang diperoleh sesudah payback period tercapai, sehingga kriteria ini bukan alat pengukur profitability, melainkan hanya alat pengukur rapidity kemballinya dana.
·         Metode ini juga mengabaikan Time Value of Money (nilai waktu dari uang)
1.7.Metode net present value
Metode yang digunakan dalam penilaian investasi karena mampu mengatasi kelemahan dari metode penilaian lain, yaitu memperhatikan nilai waktu dari uang (Time Value of Money).
Net present value atau nilai sekarang bersih dari suatu investasi didefinisikan sebagai pengurangan dari present value cash infllow (proceeds) dikurangi present value cash outflow (outlays). Proceeds yang di gunakan dalam menghitung net present value (NPV) adalah proceeds atau cashflow yang didiskontokan atas dasar biaya modal perusahaan (Cost of Capital) atau tungkat hasil pengembalian yang disyaratkan (Rate of Ret).
·         Dihitung nilai sekarang (present value) dari proceed yang diharapkan atas dasar discount rate tertentu (cost of capital atau rate of return).
·         Jumlah present value (PV) dari keseluruhan proceeds selama masa investasi dikurangi dengan PV dari jumlah investasi awalnya (Initial Investment)
·         Selisih antara PV dari keseluruhan proceeds dengan PV dari pengeluaran modal (Capital Outlies) atau (Initial Investment) dinamakan nilai sekarang bersih (Net present Value)
Apabila jumlah PV keseuruhan proceeds yang diharapkan lebih besar dari PV pengeluaran investasinya atau NPV nya positif, maka usulan investasi tersebut diterima, atau sebaliknya apabila NPV nya negatif maka sebaiknya ditolak.
Apabila proceeds suatu investasi tidak sama besarnya dari tahun ke tahun , maka kita harus perhitungkan keseluruhan nilai sekarang dari setiap proceeds kemudian dikurangi dengan nilai sekarang outlays nya.
1.8.Metode Profitability index
Sebuah usulan investasiakan diterima apabila angka profitability index (PI) dari usulan tersebut lebih besar atau sama dengan satu. Untuk usulan investasi dengan skala yang berbeda (pengeluaran modal yang berbeda), metode ini akan dapat membanntu dalam menentukan proyek mana yang menghasilkan pendapatan lebih besar untuk setiap biaya yang dikeluarkan. Proyek dengan NPV sama dengan nol akan menghasilkan PI sama dengan satu.
1.9.Metode internal Rate of Return
Metode sebagai tingkat bunga yang akan mnjadikan nilai sekarang dari proceeds yang diharapkan akan diterima (PV of Proceeds) sama dengan nilai sekarang dari pengeluaran modal (PV Outlays). Dengan perkataan lain Internal Rate of Return adalah suatu tingkat bunga atau tingkat diskonto yang menghasilkan NPV suatu investasi sama dengan nol. Internal rate of return dapat dicari dengan trial and error atau dengan menggunakkan financial calculator.
Hitung proceeds suatu investasi denga menggunakan tingkat bunga yang dipilih. Kemudian, hasil perhitungan dibandingkan dengan jumlah PV dari outlaysnya. Kalau PV proceeds lebih besar daripada PV investasi atau Outlays nya, kita harus menggunakan tingkat bunga yang lebih tinggi dan sebaliknya.
2.Perencanaan keuangan
Rencana keuangan adalah Rencana usaha untuk mencapai posisi keuangan yang dicari di masa yang akan datang.
2.1.Mengapa perusahaan membutuhakan dana ??
Karena, setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi, jika kegagalan dalam membayar pemasok dapat membuat bangkrutnya usaha.
2.2.Pembiayaan perusahaan
Untuk  memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek  maupun jangka panjang, perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal awal dari pemilik serta kemampuannya dalam menghasilkan laba, tetapi juga dana dari luar perusahaan seiring denga n perkembangan kemajuan usahanya.
Dilihat dari jangka waktunya, sumber dana dibedakan menjadi :
·         Sumber dana jangka pendek
1.     Trade credit (utang dagang)
2.    Secured Short Term Loan (pinjaman bank jangka pendek dengan jaminan)
3.    Unsecured Short Term Loan (pinjaman jangka pendek tanpa jaminan
4.    Letter of Credit
5.    Commercial Paper
6.    Factoring
·         Sumber dana jangka panjang
1.     pembiayaan melalui utang
pinjaman jangka panjang dari luar (debt financing) merupakan komponen utama dari perencanaan jangka panjang yang banyak dilakukan oleh perusahaan. Dua sumber utama dana ini, yaitu :
·         Long Term Loan (Utang Jangka Panjang)
·               Corporate Bonds (Penjualan Obligasi Perusahaan
2.    Pembayaran dengan modal sendiri (Equity Financing)
Pembiayaan dengan modal sendiri terkait dengan modal pemilik, rangka memperoleh dana bagi pemenuhan kebutuhan pengeluaran jangka panjang terbagi menjadi :
·         Common Stock (Saham biasa)
·         Laba ditahan
3.    Pembiayaan dengan obligasi yang dapat dikonversi  (Convertible Bond)
Penerbitan obligasi perusahaan yang mengandung pilihan bagi pemegangnya, sehingga setelah jangka waktu tertentu dan dipenuhinya syarat tertentu dapat dikonversikan menjadi saham biasa.
Kesimpulan pemilihan alternatif pembiayaan perusahaan :
Prinsip yang penting dalam pemilihan pembiayaan perusahaan,yaitu :
Kecocokan (matching) antara sifat kebutuhan dan jenis pembiayaan. kebutuhan investasi jangka pendek harus dipenuhi dengan pembiayaan jangka pendek. dan begitu juga sebaliknya dengan investasi jangka panjang. Pilihan terhadap jenis pembiayaan memilik konsekuensi yang menyangkut biaya, keterikatan waktu, dan penggunaan. pailihan keseimbangan antara penggunaan utang dengan modal sendiri disebut struktur permodalan (capital sturucture) perusahaan. Disinilah peran penting perancanaan keuangan perusahaan, karena menyangkut aspek pengeluaran/investasi maupun alternatif pendanaan yang akan digunakan. Dengan perencanaan yang akurat pada kedua sisi akan dapat dihindari kesalahan dalam mengelola keduanya.

referensi :
M. Fuad, Chrisine H, Nurlela, Sugiarto, Paulus YEF, Pengantar Bisnis, Gramedia, Jakarta, 2000